Oleh: beb7n | Januari 30, 2013

UJIAN NASIONAL 2013

Tata Tertib Pengawas UN

POS UN

Kisi-Kisi Soal PAI UASBN

Oleh: beb7n | Januari 24, 2013

PERSIAPAN GURU MENGHADAPI UN 2013

ANALISIS.KISI.UN.BAHASA.INGGRIS.2013ANALISIS.KISI.UN.BAHASA.INGGRIS.2013

Oleh: beb7n | Oktober 25, 2012

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA KELAS VII
DALAM AKTIVITAS BERBICARA BAHASA INGGRIS
DI SMP NEGERI 2 CIMANGGU
Disusun Oleh:
Firman Bebyn Hidayat, S.Pd
(NIP. 19731127 199903 1 008)

ABSTRAK
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam aktivitas berbicara bahasa inggris melalui permainan kartu kwartet di SMP Negeri 2 Cimanggu pada Tahun Pelajaran 2011/2012. Permainan kartu kwartet adalah sebuah permainan yang terdiri dari satu set kartu yang berisi gambar dan informasi berkaitan dengan gambar tersebut. Subyek PTK ini adalah siswa kelas VII A yang sengaja dipilih untuk penelitian ini karena memiliki lebih banyak permasalahan dalam aktivitas berbicara bahasa inggris dibandingkan kelas yang lain. Menyadari hal itu maka penulis mencoba untuk memecahkan permasalahan tersebut dengan mengimplementasikan permainan kartu kwartet dalam aktivitas berbicara bahasa inggris di kelas.
PTK ini terdiri atas dua siklus dimana setiap siklus tersiri dari empat tahapan, meliputi: perencanaan tindakan, implementasi tindakan, pengamatan dan monitoring kelas, dan refleksi tindakan. Data pendukungnya diperoleh dari wawancara, observasi dan kuesioner. Pengamatan dilakukan oleh pengamat dan peneliti. Lembar observasi berbentuk checklist dan digunakan untuk mengevaluasi keterlibatan dan partisipasi siswa. Keterlibatan dan partisipasi siswa mencakup empat indicator, yaitu: (1) siswa membuat pertanyaan yang berterima berdasarkan petunjuk pada kartu kwartet, (2) siswa member jawaban yang berterima berdasarkan pertanyaan temannya, (3) siswa terlibat secara aktif dalam permainan, dan (4) siswa menggunakan bahasa inggris secara aktif dalam malkukan permainan.
Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Penggunaan permainan kartu kwartet dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam aktivitas berbicara bahasa inggris di kelas VII A SMP negeri 2 Cimanggu Tahun Pelajaran 2011/2012. Berdasarkan hasil pengamatan ditemukan bahwa jumlah siswa yang terlibat aktif dalam aktivitas berbicara bahasa inggris meningkat dari 66,25% pada siklus pertama menjadi 87,00% pada siklus kedua. Hasil tersebut mencapai persyaratan standar yang ditentukan dalam penelitian ini, (2) Penggunaan permainan kartu kwartet dapat meningkatkan jumlah siswa yang menggunakanbahasa inggris secara aktif dalam aktivitas berbicaraa dari 56% pada siklus pertama menjadi 81% pada siklus kedua, (3) 100% siswa mengatakan bahwa permainan kartu kwartet dapat meningkatkan partisipasi mereka dalam aktivitas berbicara bahasa inggris karena permainan itu membuat mereka dapat mengungkapkan gagasan mereka dan mendorong mereka menjadi berani berbicara dalam bahasa inggris.
.
Kata kunci: partitipasi siswa, aktivitas berbicara bahasa ingggris, permainan kartu kwartet.

Berikut adalah bab 2 dari buku tersebut. Yang berminat hubungi email saya bebyn.hidayat@gmail.com

BAB 1
FITUR SWISS PERFECT

Swiss Perfect adalah aplikasi Windows untuk menjalankan turnamen olahraga dan permainan papan (catur dan sebagainya)
1. SISTEM TURNAMEN
• Swiss
• Round-Robin
2. SISTEM PAIRING SWISS
• FIDE
• USCF
• Pilihan Konfigurasi:
 Barred pairings (Pemasangan Terbatas)
 Repairing forfeited games
 Colourless pairing
 Special rules for last round pairings
 Optional manual pairing
 Pengetesan pairing secara manual atau otomatis untuk kesahihan formal
 Verifikasi pairing manual dan otomatis terhadap pairing Swiss Perfect
 Accelerated Pairing (Pemasangan Terakselerasi) Baca Lanjutannya…

master-teacher3

Workshop guru pemandu Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Angkatan 6 Tahun 2008 dilaksanakan di LPMP Jateng pada tanggal 17-21 November 2008. Ini merupakan kegiatan in-Service II yang merupakan tindak lanjut kegiatan pertama di bulan Agustus lalu. Pada kegiatan ini (Angkatan 6) diikuti oleh para guru pemandu dari Kabpaten Banjarnegara, Banyumas, Brebes, Cilacap, Pemalang dan Tegal.

Hal yang berbeda dari kegiatan-kegiatan sebelumnya adalah, peserta mengadakan kunjungan ke Komunitas Belajar Qoryah Toyyibah di Desa Kalibening Sakatiga. Banyak hal di dapat dari studi banding ini dan membuka mata para peserta untuk menatap metodologi pendidikan dari sudut pandang yang berbeda. Satu hal yang patut digarisbawahi dalam metode pendidikan di komunitas itu adalah adanya kebebasan untuk belajar dan sikap para tutor yang mengapresiasi semua apa yang dilakukan dan dihasilkan oleh peserta didik. Sebagai sebuah wadah pendidikan non-formal di desa, peserta didik Qoryah Toyyibah telah menorehkan prestasi yang sangat membanggakan.

Saking harunya, seorang teman saya menitikkan air mata melihat bagaimana peserta didik dan tutornya begitu bersemangat dalam berkarya sehingga menghasilkan banyak prestasi.

Terus maju guru pemandu. Kaya kuwe….

pb130061 pb140090 pb140092 pb130086

Oleh: beb7n | November 22, 2008

ADOBE PHOTOSHOP CS

Menggabungkan foto dengan teknik gradasi. Saya menampilkannya menggunakan software Camtasia Studio dengan produk file berekstensi gif . Mudah dan bisa dilakukan oleh semua guru. Just follow the procedure.

Klik gambar di bawah ini dan anda akan melihatnya bergerak untuk menunjukkan langkah-langkahnya. Atau anda bisa langsung mengcopynya ke dalam disk. Selamat mencoba.

gradient

Foto : Personal Collection

Models: Annisa and Susi (can’t live without u)

Oleh: beb7n | Oktober 29, 2008

PENGAJARAN MENULIS DENGAN TEKNIK RESPONS SEBAYA

Perkembangan dunia telekomunikasi dan komunikasi saat ini sangat pesat dengan ditemukannya berbagai macam alat teknologi informasi (TI) yang canggih. Dengan peralatan TI tersebut, seolah tidak ada batasan geografis di dunia ini. Semua orang dari berbagai tempat dan budaya dapat saling berkomunikasi, diantaranya yang paling dominan adalah melalui tulisan.

Namun disayangkan pengajaran menulis bagi siswa di Indonesia umumnya kurang berhasil. Secara garis besar ada tiga tahapan dalam pengajaran menulis; drafting, revising, dan editing. Para ahli berpendapat bahwa revising adalah tahap terpenting dalam proses itu. “Revising is the heart of writing”

Para guru sebagian besar sudah melaksanakan revising ini. Mereka merevisi dan mengoreksi  draft  tuliasn yang dibuat siswa.  Tindakan ini  adalah hal yang kurang tepat. Ia membuat siswa menjadi tergantung kepada guru, padahal guru tidak selamanya mendampingi  siswa seumur hidupnya.

Pengajaran dengan teknik respons sebaya (peer respone) dapat dijadikan salah satu alternatif bagi pengajaran menulis (yang kurang berhasil) sebagaimana tergambar di atas. Para siswa bekerja dalam kelompok kecil dan merespons/ merevisi hasil kerja teman mereka. Tentunya para siswa tersebut dibekali dengan pedoman (guidelines) berupa serangkaian pertanyaan tentang bagaimana melakukan revisi terhadap tulisan orang lain. Dalam hal ini guru berperan sebagi fasilitator dengan menyediakan guidelines, lembar revisi, dan hal lain yang dibutuhkan siswa.

Penjelasan selengkapnya akan tentang teknik respons sebaya ini akan saya post pada saatnya nanti. So guys,  keep in touch and keep in smile.

Pada tanggal 21-23 Oktober 2008 telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan Pengelolaan Majalah Dinding (Mading) Berbahasa Inggris di SMP Negeri 1 Jember. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan Pemantapan Kegiatan Mengajar (PKM) Program Sertifikasi Guru (PSG) Melalui Jalur Pendidikan Angkatan I Tahun 2008 di Universitas Jember. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Sekolah dan diikuti oleh pengurus OSIS dan perwakilan kelas 7,8 dan 9 sebanyak 54 orang.

Materi yang disampaikan adalah antara lain: Organisasi Majalah Dinding, Dasar Kejurnalistikan,  Penulisan Artikel, Pengenalan Internet, Pencarian Sumber Berita, Publikasi Mading dan Achievement Motivation Training.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembekalan soft skill dan life skill pada siswa, yaitu  agar mereka maempunyai kompetensi berbahasa Inggris. Di akhir kegiatan diharapkan (1) siswa mampu menguasai kemampuan dalam mengelola mading berbasa inggris, (2) membentuk kepengurusan mading, dan (3) mempublikasikan mading untuk kali pertama (edisi perdana)

Para penyaji adalah para mahasiswa PSG, yaitu: Firman Bebyn Hidayat (Cilacap), Al Fatah (Tegal), M. Fajar Ramdhana (Sukabumi), Kusnadi (Garut), Kuswanto (Banyumas), Sudiro (Banyumas), Nur Zaida (Semarang), M. Dadi Firdaus (Bandung), Nita Helida (Cianjur, dan Dendin Wardiana (Tasikmalaya).

Tertarik dengan materi pelatihan? Kirim komentar/ permintaan anda. Insyaallah saya kirimkan . FREE OF CHARGE.

Oleh: beb7n | Agustus 14, 2008

ENGLISH JOKES

What are the three quickest ways of spreading a rumour (or gossip).

  • Telegram
  • Telephone
  • Tell a woman

———————————————————————————- Baca Lanjutannya…

Oleh: beb7n | Agustus 13, 2008

KEPRIBADIAN SEORANG GURU

A. Pendahuluan

Proses pembelajaran suatu kelas yang difasilitasi oleh seorang guru yang professional adalah merupakan kondisi ideal yang diimpikan oleh masyarakat luas terlebih oleh dunia pendidikan. Guru yang professional akan mampu membawa sisiwa siswinya pada suatu proses pembelajaran yang efektif, dimana ini diyakini akan dapat meningkatkan students achievement itu sendiri dalam proses pembelajaran. Akan tetapi untuk mencapai kredibilitas seorang guru yang professional adalah bukan suatu pekerjaan segampang membalikkan telapak tangan kita.

Ada dua permasalahan yang harus dipertimbangkan untuk menuju pembelajaran yang ideal. Pertama adalah kualitas pendidik itu sendiri. Masih banyak dijumpai di banyak kelas guru mengajar dengan seenaknya, bahkan tanpa suatu persiapan apapun sebelum mengajar di depan kelas. Perangkat kegiatan belajar mengajar yang dibawa adalah produk MGMP atau sekolah lain yang dicomot begitu saja tanpa dikaji terlebih dahulu untuk disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik sekolah. Kedua berkenaan dengan paradigma pendidikan. Diyakini bahwa sebagian besar guru belum mengenal dengan baik apa itu paradigma baru yang berkembang di dalam dunia pendidikan kita sekarang ini, apalagi mengimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran dikelas.

Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori